Selasa, 22 Maret 2016

ARISTOTELES BIOGRAFI

TUGAS FILSAFAT ILMU










OLEH
ANNISA
13303241030



PENDIDIKAN KIMIA 2013





FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


2016





BAB I
PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang

Filsafat ilmu adalah refleksi filsafati yang tidak pernah mengenal titik henti dalam menjelajahi kawasan ilmiah untuk mencapai kebenaran atau kenyataan, sesuatu yang memang tidak akan pernah habis dipikirkan dan tidak akan pernah selesai direnungkan. Pemikiran yang melandasi lahirnya filasafat tidaklah secara instan, akan tetapi melalui perkembangan dan proses secara bertahap. Pemikiran-pemikiran yang lahir berasal dari berbagai tokoh yang ada dari masa ke masa salah satunya adalah filsafat yunani kuno.  Aristoteles adalah salah satu dari beberapa ahli fisafat yunani kuno yang menggunakan pendekatan empiris.

      B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana riwayat singkat Aristoteles?
2.      Apa saja hasil karya pikiran aristotees?


      C.    Tujuan
1.      Mengetahui riwayat singkat Aristoteles.
2.      Mengetahui hasil karya pikiran Aristoteles.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Riwayat Aristoteles
Aristoteles dilahirkan di Trasia (Balkan), Yunani utara pada tahun 384 SM. Ayahnnya seorang dokter pribadi raja Macedonia Amyntas. Kehidupan Aristoteles berada pada lingkungan istana, ia mewarisi keahlian dalam pengetahuan empiris dari ayahnya. Ia banyak mempelajari filsafat, matematika, astronomi, retorika dan ilmu-ilmu yang lainnya. Aristoteles memiliki kecerdasan yang luar biasa hampir-hampir ia menguasai ilmu yang berkembang pada masanya. Tatkala ia berumur 17 tahun, ia dikirim ke Athena ke akademia Plato di kota itu dia belajar pada Plato. Kecenderungan berfikir saintifik nampak dari pandangan filsafat-filsafatnya yang sistematis dan banyak menggunakan metode empiris. Beberapa lama ia menjadi pengajar di Akademi Pato untuk mengajar logika dan retorika.
Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles bersama rekannya Xenokrates meninggalkan Athena karena ia tidak setuju dengan pendapat pengganti plato di Akademi tentang filsafat. Tiba di Assos, Aristotees dan rekannya mengajar di sekolah Assos. Disini Aristotees menikah dengan Phythias. Pada tahun 354 SM kota Assos diserang dengan tentara Parsi, rajanya (Aristoteles) dibunuh, kemudian Aristotees dengan kawan-kawannya melarikan diri ke Mytilene di pulau Lesbos tidak jauh dari Assos.
Tahun 342 SM Aristoteles diundang raja Philippos dari Macedonia untuk mendidik anaknya Alexander. Jika dibandingkan dengan Plato yang pandangan filsafatnya Aristoteles orentasinya pada hal-hal yang kongkrit (empiris), Aristoteles dikenal lebih luas kerena pernah menjadi tutor (guru) Alexander di Athena kemudian ia mendirikam sekolah yang bernama lyceum . Sekolah Lyceum itu banyak menghasilkan penelitian yang tidak hanya dapat menjelaskan prinsip-prinsip sains, tetapi juga politik, retolika dan lain sebagainya. Namun lama kelamaan posisi Aristoteles di Athena tadak aman, karena ia orang asing lebih dari itu ia di isukan sabagai penyebar pengaruh yang bersifat subversif dan dituduh Athies. Kemudian ia akhirnya meninggalkan Athena dan pindah ke chalcis dan meninggal di sana pada tahun 322 SM.


B.     Hasil Karya dan Ajaran Aristoteles
Hasil karyanya banyak sekali. Akan tetapi sulit menyusun karyanya itu secara sistematis. Berbeda-beda cara orang membagi-bagikannya. Ada yang membaginya atas 8 bagian, yang mengenai; Logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika, etika, politik dan ekonomi, dan akhirnya retorika dan peotika.
Ada juga orang yang menguraikan perkembangan pemikiran Aristoteles sebagai meliputi 3 tahap yaitu :
1. Tahap di akademi, ketika ia masih setia pada gurunya, Plato, termasuk ajaran plato tentang idea;
2. Tahap ia si Assos, ketika ia berbalik daripada plato, mengritik ajaran plato tentang idea-idea serta menentukan filsafatnya sendiri;
3. Tahap ketika ia di sekolahnya di Athena, waktu ia berbalik dari berspekulasi ke penyelidikan empiris, mengindahkan yang konkrit dan yang individual.

Berikut ini adalah ajaran dari Aristoteles :
a.        Ajaran tentang Aktus dan Potensia
Mengenai dengan realitas yang ada, Aristoteles tidak sependapat dengan gurunya Plato yang menyatakan bahwa realitas itu ada pada dunia ide. Menurut aristoteles, keberadaan manusia bukan di dunia ide, tetapi mannusia berada yang satu per satu. Dengan demikian, realitas itu terdapat pada yang kongkret, yang bermacam-macam, yang berubah-ubah. Itulah realitas yang sesungguhnya.
Aristoteles percaya kepada adanya tuhan. Bukti adanya Tuhan menurutnya adalah Tuhan sebagai penyebab gerak (a fist cause of motion). Tuhan menurut Aristoteles berhubungan dengan dirinya sendiri. Ia tidak berhubungan dengan (tidak memperdulikan) alam ini. Ia bukan pesona. Ia tidak memperhatikan do’a dan keinginan manusia. Dalam mencintai tuhan, kita tidak usah mengharap mencintai kita.
b.      Ajaran tentang logika
Di dalam dunia filsafat, aristoteles dikenal sebagai bapak logika. Logikanya disebut tradisional karena nantinya berkembang apa yang disebut logika modern. Logika Aristoteles itu sering juga disebut logika formal . Menurut aristoteles, berpikir harus dilakukan dengan bertitik tolak pada pengertian-pengertian sesuatu benda.
c.        Ajaran tentang silogisme
Menurutnya, pengetahuan manusia hanya dapat dimunculkan dengan dua cara, yaitu induksi dan deduksi. Menurutnya, deduksi adaah proses berpikir yang bertolak pada dua kebenaran yang tidak diragukan lagi untuk mencapai kesimpulan sebagai kebenaran yang ketiga. Deduksi ini merupakan jalan yang baik untuk melahirkan pengetahuan baru. Berpikir deduksi yaitu silogisme, yang terdiri dari premis mayor dan premis minor,dan kesimpulan.
Misalkan ada dua pernyataan (premis)
1.      Setiap manusia pasti akan mati (premis mayor )
2.      Socrates adalah manusia (premis minor)
Kesimpulan : Socrates pasti akan mati.
d.      Ajaran tentang pengelompokan ilmu pengetahuan
Aristoteles merupakan orang yang pertama kali mengumpulkan dan mengklasifikasikan  spesies- spesies biologi secara sistematis.

Ia mengelompokkan imu pengetahuan menjadi tiga golongan, yaitu:
1.            Ilmu pengetahuan praktis(etika dan poitik)
2.      Ilmu pengetahuan produktif(teknik dan kesehatan)
3.      Ilmu pengetahuan teoritis(fisika,matematika,metafisika)
Bila orang-orang sofis banyak yang menganggap manusia tidak akan mampu memperoleh kebenaran, Aristoteles dalam Metaphysics menyatakan bahwa manusia dapat mencapai kebenaran. Salah satu teori metafisika Aristoteles yang penting ialah pendapatnya yang menyatakan bahwa matter dan form itu bersatu. Matter memberikan substansi sesuatu, form memberikan pembungkusnya. Seyiap obyek terdiri atas matter dan form. Jadi, ia telah mengatasi dualisme Plato yang memisahkan matter dan form, bagi Plato matter dan form berada sendiri –sendiri. Ia juga berpendapat bahwa matter itu potensial dan form itu aktualitas.

e. Ajaran tentang pengenalan
Terdapat dua pengenalan, yaitu pengenalan indrawi dan rasional. Dengan pengenaan indrawi kita dapat memperoleh pengetahuan tentang bentuk benda (bukan materinya) dan hanya mengenal hal-hal yang kongkret. Sedangkan pengenaan rasional kita dapat memperoleh pengetahuan tentang hakikat dari suatu benda
f. Ajaran tentang etika
Menurut pendapatnya, tujuan tertinggi hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Kebahagiaan adalah suatu keadaan dimana segala sesuatu yang  termasuk dalam keadaan bahagia telah berada dalam diri manusia. Etika adalah sarana untuk  kebahagiaan. Sebagai barang yang tertinggi dalam kehidupan,etika dapat mendidik manusia supaya memiiki sikap yang pantas dalam segala perbuatan.
g. Ajaran tentang Negara
Menurut aristoteeles, negara akan damai jika rakyatnya juga damai. Negara paing baik adalah negara dengan sistem demokrasi moderat, yaitu sistem demokrasi yang berdasarkan dengan Undang-Undang Dasar.
  


                                                                       BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1. Aristoteles dilahirkan di Trasia (Balkan), Yunani utara pada tahun 384 SM. Aristoteles merupakan murid Plato dan guru Alexander. Mendirikan sekolah Lyceum dan tokoh filosof Yunani kuno yang berpengaruh di jamannya. Aristoteles memiliki hasil karya dan ajaran yang banyak yang kecenderungannya untuk berfikir saintifik. Aristoteles meninggal di chalcis pada tahun 322 SM.
2. a. Hasil karya aristoteles : Logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika, etika, politik dan ekonomi, dan akhirnya retorika dan peotika.
b. Ajaran Aristoteles : Ajaran kepercayaan kepada Tuhan, ajaran tentang logika, ajaran tentang silogisme, ajaran tentang pengelompokan ilmu pengetahuan, ajaran tentang aktus dan potensia, ajaran tentang pengenalan, ajaran tentang etika, ajaran tentang Negara, ajaran tentang metafisika .



DAFTAR PUSTAKA


1997, Isme-Isme: dari A Sampai Z, Yogyakarta, Kanisius
Sadali Ahmad, Dr. H., Filsafat umum, Yogyakarta, Kanisius
Hadiwijoyo Harun, 1995, Sari sejarah Filsafat barat, Yogyakarta: Kanisius
Ozmon dan Craver, Filosofis Yayasan Pendidikan, halaman 53
Tafsir, Ahmad, 1990, Filsafat Umum, Bandung: PT. Remaja Rasdakarya
http:id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles#cite_note-fuad-1





Tidak ada komentar:

Posting Komentar