TUGAS FILSAFAT
ILMU

OLEH
ANNISA
13303241030
PENDIDIKAN
KIMIA 2013
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Filsafat ilmu adalah refleksi filsafati yang
tidak pernah mengenal titik henti dalam menjelajahi kawasan ilmiah untuk
mencapai kebenaran atau kenyataan, sesuatu yang memang tidak akan pernah habis
dipikirkan dan tidak akan pernah selesai direnungkan. Pemikiran yang melandasi
lahirnya filasafat tidaklah secara instan, akan tetapi melalui perkembangan dan
proses secara bertahap. Pemikiran-pemikiran yang lahir berasal dari berbagai
tokoh yang ada dari masa ke masa salah satunya adalah filsafat yunani kuno. Aristoteles adalah salah satu dari beberapa ahli fisafat yunani kuno yang menggunakan
pendekatan empiris.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana riwayat singkat Aristoteles?
2. Apa saja hasil karya
pikiran
aristotees?
C. Tujuan
1.
Mengetahui riwayat singkat Aristoteles.
2.
Mengetahui hasil karya pikiran Aristoteles.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Riwayat Aristoteles
Aristoteles dilahirkan di Trasia (Balkan), Yunani utara pada tahun 384 SM.
Ayahnnya seorang dokter pribadi raja Macedonia Amyntas. Kehidupan Aristoteles berada pada lingkungan istana, ia mewarisi keahlian dalam
pengetahuan empiris dari ayahnya. Ia banyak mempelajari filsafat, matematika,
astronomi, retorika dan ilmu-ilmu yang lainnya. Aristoteles memiliki kecerdasan yang luar biasa hampir-hampir ia menguasai ilmu
yang berkembang pada masanya. Tatkala ia berumur 17 tahun, ia dikirim ke Athena
ke akademia Plato di kota itu dia belajar pada Plato. Kecenderungan berfikir
saintifik nampak dari pandangan filsafat-filsafatnya yang sistematis dan banyak
menggunakan metode empiris. Beberapa lama
ia menjadi pengajar di Akademi Pato untuk mengajar logika dan retorika.
Setelah Plato meninggal dunia,
Aristoteles bersama rekannya Xenokrates
meninggalkan Athena karena ia tidak setuju dengan pendapat pengganti plato di
Akademi tentang filsafat. Tiba di Assos, Aristotees dan rekannya mengajar di
sekolah Assos. Disini Aristotees menikah dengan Phythias. Pada tahun 354 SM
kota Assos diserang dengan tentara Parsi, rajanya (Aristoteles) dibunuh,
kemudian Aristotees dengan kawan-kawannya melarikan diri ke Mytilene di pulau Lesbos
tidak jauh dari Assos.
Tahun 342 SM Aristoteles diundang
raja Philippos dari Macedonia untuk mendidik anaknya Alexander. Jika dibandingkan dengan Plato
yang pandangan filsafatnya Aristoteles orentasinya pada hal-hal yang kongkrit
(empiris), Aristoteles dikenal lebih luas kerena pernah menjadi tutor
(guru) Alexander di Athena kemudian ia mendirikam sekolah yang bernama lyceum . Sekolah
Lyceum itu
banyak menghasilkan penelitian yang tidak hanya dapat menjelaskan
prinsip-prinsip sains, tetapi juga politik, retolika dan lain sebagainya. Namun
lama kelamaan posisi Aristoteles di Athena tadak aman, karena ia orang asing lebih
dari itu ia di isukan sabagai penyebar pengaruh yang bersifat subversif dan
dituduh Athies. Kemudian ia akhirnya meninggalkan Athena dan pindah ke chalcis
dan meninggal di sana pada tahun 322 SM.
B. Hasil Karya dan Ajaran Aristoteles
Hasil karyanya banyak sekali.
Akan tetapi sulit menyusun karyanya itu secara sistematis. Berbeda-beda cara
orang membagi-bagikannya. Ada yang membaginya atas 8 bagian, yang mengenai;
Logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika, etika, politik dan
ekonomi, dan akhirnya retorika dan peotika.
Ada juga orang yang menguraikan
perkembangan pemikiran Aristoteles sebagai meliputi 3 tahap yaitu :
1. Tahap di akademi, ketika ia masih setia pada
gurunya, Plato, termasuk ajaran plato tentang idea;
2. Tahap ia si Assos, ketika ia berbalik daripada plato, mengritik ajaran plato tentang idea-idea serta menentukan filsafatnya sendiri;
2. Tahap ia si Assos, ketika ia berbalik daripada plato, mengritik ajaran plato tentang idea-idea serta menentukan filsafatnya sendiri;
3. Tahap ketika ia di sekolahnya di Athena, waktu
ia berbalik dari berspekulasi ke penyelidikan empiris, mengindahkan yang
konkrit dan yang individual.
Berikut ini adalah ajaran dari
Aristoteles :
a.
Ajaran tentang Aktus dan Potensia
Mengenai dengan realitas yang ada,
Aristoteles tidak sependapat dengan gurunya Plato yang menyatakan bahwa
realitas itu ada pada dunia ide. Menurut
aristoteles, keberadaan manusia bukan di dunia ide, tetapi mannusia berada yang
satu per satu. Dengan demikian, realitas itu terdapat pada yang kongkret, yang
bermacam-macam, yang berubah-ubah. Itulah realitas yang sesungguhnya.
Aristoteles
percaya kepada adanya tuhan. Bukti adanya Tuhan menurutnya adalah Tuhan sebagai
penyebab gerak (a fist cause of motion). Tuhan menurut Aristoteles berhubungan
dengan dirinya sendiri. Ia tidak berhubungan dengan (tidak memperdulikan) alam
ini. Ia bukan pesona. Ia tidak memperhatikan do’a dan keinginan manusia. Dalam
mencintai tuhan, kita tidak usah mengharap mencintai kita.
b.
Ajaran
tentang logika
Di dalam dunia filsafat,
aristoteles dikenal sebagai bapak logika. Logikanya disebut tradisional karena
nantinya berkembang apa yang disebut logika modern. Logika Aristoteles itu sering
juga disebut logika formal
. Menurut aristoteles, berpikir harus
dilakukan dengan bertitik tolak pada pengertian-pengertian sesuatu benda.
c.
Ajaran
tentang silogisme
Menurutnya, pengetahuan manusia
hanya dapat dimunculkan dengan dua cara, yaitu induksi dan deduksi. Menurutnya,
deduksi adaah proses berpikir yang bertolak pada dua kebenaran yang tidak
diragukan lagi untuk mencapai kesimpulan sebagai kebenaran yang ketiga. Deduksi ini merupakan jalan yang
baik untuk melahirkan pengetahuan baru. Berpikir deduksi yaitu silogisme, yang
terdiri dari premis mayor dan premis minor,dan kesimpulan.
Misalkan ada dua pernyataan (premis)
1. Setiap manusia pasti akan mati (premis
mayor )
2. Socrates adalah manusia (premis minor)
Kesimpulan : Socrates pasti akan mati.
d. Ajaran tentang pengelompokan ilmu
pengetahuan
Aristoteles merupakan orang yang
pertama kali mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies- spesies biologi secara sistematis.
Ia mengelompokkan imu pengetahuan
menjadi tiga golongan, yaitu:
1.
Ilmu
pengetahuan praktis(etika dan poitik)
2. Ilmu
pengetahuan produktif(teknik dan kesehatan)
3. Ilmu
pengetahuan teoritis(fisika,matematika,metafisika)
Bila orang-orang sofis banyak
yang menganggap manusia tidak akan mampu memperoleh kebenaran, Aristoteles
dalam Metaphysics menyatakan bahwa manusia dapat mencapai kebenaran. Salah satu
teori metafisika Aristoteles yang penting ialah pendapatnya yang menyatakan
bahwa matter dan form itu bersatu. Matter memberikan substansi sesuatu, form
memberikan pembungkusnya. Seyiap obyek terdiri atas matter dan form. Jadi, ia
telah mengatasi dualisme Plato yang memisahkan matter dan form, bagi Plato
matter dan form berada sendiri –sendiri. Ia juga berpendapat bahwa matter itu
potensial dan form itu aktualitas.
e. Ajaran tentang pengenalan
Terdapat dua pengenalan, yaitu
pengenalan indrawi dan rasional. Dengan pengenaan indrawi kita dapat memperoleh
pengetahuan tentang bentuk benda (bukan
materinya) dan hanya mengenal hal-hal yang
kongkret. Sedangkan pengenaan rasional kita dapat memperoleh pengetahuan tentang
hakikat dari suatu benda
f. Ajaran tentang etika
Menurut pendapatnya, tujuan
tertinggi hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Kebahagiaan adalah suatu keadaan dimana segala
sesuatu yang termasuk dalam keadaan bahagia telah berada dalam diri
manusia. Etika adalah sarana untuk
kebahagiaan. Sebagai barang yang tertinggi dalam kehidupan,etika dapat mendidik
manusia supaya memiiki sikap yang pantas dalam segala perbuatan.
g. Ajaran tentang Negara
Menurut aristoteeles, negara akan
damai jika rakyatnya juga damai. Negara paing baik adalah negara dengan sistem
demokrasi moderat, yaitu sistem demokrasi yang berdasarkan dengan Undang-Undang
Dasar.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Aristoteles
dilahirkan di Trasia (Balkan), Yunani utara pada tahun 384 SM. Aristoteles merupakan murid Plato dan
guru Alexander. Mendirikan sekolah Lyceum dan tokoh filosof Yunani kuno yang
berpengaruh di jamannya. Aristoteles memiliki hasil karya dan ajaran yang
banyak yang kecenderungannya untuk berfikir saintifik. Aristoteles meninggal di
chalcis pada tahun
322 SM.
2. a. Hasil karya aristoteles : Logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika,
etika, politik dan ekonomi, dan akhirnya retorika dan peotika.
b. Ajaran
Aristoteles : Ajaran kepercayaan kepada Tuhan, ajaran tentang logika, ajaran tentang silogisme, ajaran tentang pengelompokan ilmu
pengetahuan, ajaran tentang aktus dan potensia, ajaran tentang pengenalan, ajaran tentang etika, ajaran tentang Negara, ajaran tentang metafisika .
DAFTAR PUSTAKA
1997, Isme-Isme: dari A Sampai Z, Yogyakarta, Kanisius
Sadali Ahmad, Dr. H., Filsafat umum, Yogyakarta, Kanisius
Hadiwijoyo Harun, 1995, Sari sejarah Filsafat barat, Yogyakarta: Kanisius
Ozmon dan Craver, Filosofis Yayasan Pendidikan, halaman 53
Tafsir, Ahmad, 1990, Filsafat Umum, Bandung: PT. Remaja Rasdakarya
http:id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles#cite_note-fuad-1
Sadali Ahmad, Dr. H., Filsafat umum, Yogyakarta, Kanisius
Hadiwijoyo Harun, 1995, Sari sejarah Filsafat barat, Yogyakarta: Kanisius
Ozmon dan Craver, Filosofis Yayasan Pendidikan, halaman 53
Tafsir, Ahmad, 1990, Filsafat Umum, Bandung: PT. Remaja Rasdakarya
http:id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles#cite_note-fuad-1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar